Oleh: yunigeo | Februari 13, 2009

HASTA BRATA

Sudah lama sekali aq menginginkan informasi tentang ajaran “Hasta Brata”. Tiba- tiba pas hari Minggu, tanggal 25 Januari 2009 di Kedaulatan Rakyat ada informasi tentang itu. Info itu ditulis oleh “KPH H ANGLINGKUSUMO”.

AJARAN ” HASTA BRATA” DALAM SERAT AJI PAMASA

  • Watak Surya (Srengenge) : Sareh sabarang karsa, rereh ririh ing pangarah.
  • Watak Candra (Rembulan) : Noraga met prana, sareh sumeh ing netya, alusing budi jatmika, prabawa sreping bawana.
  • Watak Sudama (Lintang) ; Lana susila santosa, pengkuh lan kengguh andriya. Nora lerenging ngubaya, datan lemeren ing karsa. Pitayan tan samudana, setya tuhu ing wacana, asring umasung wasita. Sabda pandhita ratu tan kena wola wali.
  • Watak Maruta (Angin) : Teliti, setiti ngati- ati, dhemen amariksa tumindake punggawa kanthi cara alus.
  • Watak Mendhung : Bener sajroning paring ganjaran, jejeg lan adil paring paukuman.
  • Watak Dahana (Geni) : Dhemen reresik regeting bawana. Kang arungkut kababadan, kang apeteng pinadhangan.
  • Watak Tirta (Banyu/Samudra) : Tansah paring pangapura, adil paramarta. Basa angenaki krama tumraping kawula.
  • Watak Pratala (Bumi) :  Tansah adedana lan karem paring bebubgah marang kawula.
  1. Watak Surya (Matahari), artinya mempunyai sifat panas, penuh energi dan pemberi daya hidup. Setiap umat terlebih pemimpin harus dapat memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan atau kepada anak buah yang dipimpinnya.
  2. Watak Candra (Bulan), artinya mempunyai wujud indah dan menerangi kegelapan. Kita harus dapat berfugsi laksana bulan, menyenangkan dan memberi terang dalam kegelapan bagi mereka yang membutuhkan.
  3. Watak Sudama (Bintang), artinya mempunyai bentuk yang indah dan menjadi hiasan di waktu malam serta menjadi kompas pedoman bagi mereka yang kehilangan arah. kita harus bertagwa dan dapat menjadi tauladan serta dapat menjadi pedoman (panutan) bagi anak buah ataupun bagi mereka yang membutuhkan,
  4. Watak Maruta (Angin), artinya mempunyai sifat mengisi setiap ruangan yang kosong walaupun tempatnya rumit sekalipun. Kita harus melakukan tindakan yang teliti, cermat, dan mau berincognito (turun kelapangan) untuk menyelami kehidupan masyarakat bawah.
  5. Watak Mendhung, artinya mempunyai sifat menakutkan (wibawa) tetapi sesudah menjadi hujan dapat menghidupkan segala yang tumbuh. Kita harus berwibawa tetapi dalam segala tindakan harus dapat memberi manfaat bagi sesama.
  6. Watak Dahana (Api), artinya mempunyai sifat tegak dan sanggup membakar apa saja yang bersentuhan dengannya. Kita harus bersifat laksana api, yaitu bertindak tegas, adil dan mempunyai prinsip tanpa pandang bulu.  
  7. Watak Tirta (Air/Samudra), artinya mempunyai sifat luas, rata dan sanggup menerima persoalan apapun dan tidak boleh membenci kepada sesama.
  8. Watak Pratala (Bumi), artinya mempunyai sifat sentosa dan suci. Sentosa budinya dan jujur serta mau memberi anugerah kepada siapa saja yang telah berjasa terhadap bangsa dan negara.

 Setiap orang yang dalam hidupnya dapat melaksanakan ajaran Hasta Brata berarti ia adalah manusia yang berbudi luhur. 


Beri tanggapan

Your response:

Kategori