WRITING

“ MADAWIRNA “

 

 

“DELAPAN AMALAN PENTING YANG MENJAMIN TERCAPAINYA KESUKSESAN”

 

PERTAMA : Mensyukuri segala Nikmat

Allah SWT berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7 : “…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami menambah (Nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (Nikmat-Ku), maka sesungguhnya  Azab-Ku  sangat pedih.”

Joseph R Murphy penulis buku Your Infinite Power To Be Rich mengatakan : “Seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dalam satu kata : Syukur ”.

Imam Al-Qurthubi Rahimahullah berkata : “Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan,  kecuali oleh pelakunya sendiri. Ia berhak mendapatkan kesempurnaan atas nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Syukur juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai”.

Sebagai contoh nyata, dalam surat Saba’  (15-16) Allah berfirman : “ Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan kiri. (Kepada mereka dikatakan) : makanlah olehmu dari rizki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabblm) adalah Rabb yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon- pohon) yang pahit, pohon astel (cemara) dan pohon bidara”.

Ketika bangsa Saba’ masih dalam keadaan makmur dan tenteram, Allah SWT hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan bahwa dengan bersyukur, sebenarnya mereka dapat menjaga kenikmatan dan terhindar dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.

KEDUA : Membayar Zakat (Sedekah/Infaq)

 

Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah/Infaq) merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan dan kesuksesan.

Surat Al- Baqoroh (276) menjelaskan : “Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah”.

Dalam tafsirnya dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan memusnahkan Riba adalah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah adalah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipatgandakan berkahnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Tiada pagi hari, melainkan ada dua Malaikat yang turun, kemudian salah satunya berdo’a : Ya allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfaq, sedangkan yang lain berdo’a : Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfaq) kehancuran” (Muttafaqun Alaih).

 

KETIGA : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah (Tidak Dipenuhi Ambisi/Tidak Serakah)

Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah SWT merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi qona’ah dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan dan kesuksesan akan datang padanya.

Rasullah SAW bersabda : “ Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-Nya lagi maha Tinggi akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah SWT, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” (HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

KEEMPAT : Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa

Dalam Surat Al-Qashash ayat 67 Allah berfirman “Adapun orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal shaleh, semoga dia termasuk orang yang beruntung”.

Surat Maryam ayat 60 “….Orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun”.

Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu upaya yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah SWT menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.

“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (Hud : 52).

Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad (berdasar keterangan para ulama tafsir), mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanita pun yang bias melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar, sebab dengan taubat dan beristighfar Allah SWT akan menurunkan hujan dan mengaruniai mereka keturunan.

KELIMA : Menyambung Tali Silaturahmi

Diantara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dan kesuksesan dalam hidup adalah menyambung silaturahmi, karena merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang kita kenal. Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” (Muttafaqun ‘Alaih).

KEENAM : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, yaitu memperolehnya dengan jalan halal. Rasulullah SAW bersabda ; “Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesungguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah dating kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang baik dan meninggalkan yang haram” (HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibanm dan Al-Hakim).

KETUJUH : Sabar dan Tawakal

Surat Al-Fushilat 35 “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang- orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan besar”.

Surat Al Baqoroh 153 : “….. sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

KEDELAPAN : Mengerjakan Seluruh Amal Ibadah Dengan Ikhlas

RB Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas menjelaskan “Kebanyakan orang meyakini bahwa dalam hidup ia harus berjuang meraih semua keinginannya dengan berusaha keras membanting tulang hingga tetes darah penghabisan. Padahal tuntunan agama menjanjikan berbagai kemudahan atau kesuksesan akan datang menghampiri jika dalam ikhtiarnya manusia berhasil bersyukur, menikmati prosesnya dan menyerahkan seluruh urusan dan kepentingan hanya kepada Tuhan. Inilah kompetensi ikhlas”.

“Seperti diriwayatkan oleh imam Jakfar dalam kitab Al Bihar : Apabila seorang hamba berkata, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah, maka Allah menjawab : Hai para MalaikatKu, hambaku telah berpasrah diri, maka bantulah dia, tolonglah dia dan sampaikan (penuhi) hajatnya”.

Ingat selalu bahwa “GETAR GELOMBANG RASA SYUKUR DAN IKHLAS ADALAH JALUR KOMUNIKASI TERKUAT ANTARA KITA DAN SANG PENCIPTA”.

 

 

 

THE LAW OF ATTRACTION

(HUKUM TARIK MENARIK)

 

Hukum Tarik Menarik menyatakan “ Sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya”.

Ø Orang yang selalu berfikir dan berperasaan positif akan menarik kedalam dirinya energy kekuatan yang positif

Ø Orang yang selalu berfikir dan berperasaan negatif akan menarik kedalam dirinya energy negatif

Dikatakan juga dalam buku Quantum Ikhlas bahwa pikiran atau konsep, perasaan, kata- kata, tindakan dan berbagai kegiatan yang kita lakukan pada kenyataannya adalah  benda kuantum (yang mengandung energy).

“All energy vibrates. Everything has a specific and unique  vibration. You need to understand that EVERYTHING is energy, including your thoughts, dream, and passions. When two vibrations are in resonance, they attract each other”.

Pikiran yang positif akan menarik energi positif ke dalamnya, pikiran negatif akan menarik energi negatif ke dalamnya juga karena segala tindakan yang masih berupa atau pikiran merupakan benda kuantum.

“Every thought and feeling you have has a vibration. It’s resonating out into the Universe at a specific frequency, basically seeking a matching vibration. It’s the nature of energy to do that. You are attracting a situation that as in perfect resonance with what you’re vibrating. When you do that, the Universe WILL respond appropriately every time”.

Hukum tarik menarik ini berlaku seperti hukum gravitasi, jika sebuah gelas kaca kita lepaskan dari tangan kita maka akan jatuh dan pecah karena mengikuti hukum gravitasi tersebut terlepas apakah kita senang atau tidak. Hukum tarik menarik berlangsung di alam secara otomatis dan berlaku pada perasaan dan pikiran kita.

“Ingatlah bahwa pikiran dan perasaan adalah benda kuantum yang dasyat kekuatannya”.

#mdwn# 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beri tanggapan

Your response: